home > publications 

Kepustakaan

Publications Sections:

Kepustakaan


Perkembangan asuransi syariah tahun 2008

JAKARTA (Lampost): Perkembangan asuransi syariah untuk menjaring premi pada tahun 2008 diprediksikan meningkat. Hal ini akibat meningkatnya pemain baru dalam industri asuransi jiwa, jumlah produk asuransi syariah, dan optimalisasi kinerja agen asuransi syariah.

Reindo Syariah, misalnya, sangat optimistis mampu menjaring premi reasuransi jiwa syariah tahun depan Rp42 miliar. "Tahun depan, kami menargetkan menjaring premi resuransi jiwa syariah Rp42 miliar," kata Kepala Departemen Reasuransi Jiwa Syariah Reindo, Muhammad Fajri Arnianto, Kamis (20-12).

Menurut Fajri, terdapat beberapa alasan yang melandasi optimisme Reindo Syariah mencapai target tersebut. Salah satunya terus bertambahnya pemain baru dalam industri asuransi jiwa syariah. Untuk beroperasi, mereka membutuhkan dukungan reasuransi syariah. "Kini, jumlah asuransi syariah baru terus lahir dan tahun depan juga begitu sehingga kami optimistis target tahun depan insya Allah tercapai," katanya. Selain itu, terdapat beberapa produk asuransi syariah yang terus berkembang dan membutuhkan dukungan reasuransi syariah, sehingga mendorong penjaringan premi reasuransi jiwa syariah Reindo. "Contohnya Allianz Syariah. Mereka kan punya unit link," kata Fajri.

Hingga bulan November lalu, premi dijaring Reindo Syariah Rp30,5 miliar atau meningkat 60,53 persen dibanding dengan periode serupa tahun lalu Rp19 miliar. Sedangkan, premi tahun ini ditargetkan mencapai antara Rp37 miliar dan Rp38 miliar. "Posisi kini sudah mencapai Rp33 miliar," katanya.

Hal senada juga diungkapkan PT Asuransi Takaful Umum (ATU) yang memproyeksikan peningkatan penjaringan premi tahun depan 52,38 persen, menjadi Rp160 miliar. Hingga akhir tahun ini, penjaringan premi perusahaan asuransi kerugian syariah tersebut ditargetkan mencapai Rp105 miliar. Sementara itu, realisasi penjaringan premi hingga bulan November lalu tercatat Rp103 miliar. "Kami harapkan, tahun depan premi kami mencapai Rp160 miliar. Tahun ini mencapai Rp103 miliar," kata Direktur Utama ATU, Shakti Agustono Rahardjo, Selasa (18-12).

Menurut Agustono, untuk merealisasikan proyeksi tersebut, ATU akan melakukan sejumlah strategi pengembangan bisnis asuransi syariah. Salah satunya optimalisasi kinerja agen asuransi syariah ATU. Hal itu guna untuk mendorong penjaringan premi baru (new business) dan perpanjangan premi lama (renewal). "Kami akan dorong agen untuk makin optimal dalam melakukan penjaringan premi," kata Agustono.

Selain itu, menurut Agustono, ATU juga akan mendorong pelaksanaan berbagai kerja sama bisnis asuransi syariah. Hal tersebut terdiri dari kerja sama pengembangan produk antara ATU dan perusahaan asuransi syariah lain dan ATU dengan bank syariah (bancassurance). Ia menyebutkan hingga bulan November lalu penjaringan premi ATK tercatat meningkat menjadi Rp103 miliar dibanding dengan periode sama tahun lalu yang mencatat Rp74 miliar. Sedangkan pembayaran klaim ATK hingga bulan November lalu tercatat meningkat menjadi Rp33 miliar dari Rp23 miliar pada periode sebelumnya.http://www.lampungpost.com


Artikel
Ulasan seputar syariah.
Publikasi
Report, Jurnal, Media
Referensi Buku
Buku yang direkomendasikan
Berita Takaful
Informasi berkala Takaful

Email Berita Takaful

Nama:
Email:
Pilih Newsletter:
Informasi seputar Takaful & perkembangan ekonomi syariah.
Pilih Pendaftaran:
Berlangganan
Berhenti Berlangganan